Sungguh rasanya bagaikan terjatuh dalam dunia yang
berbeda . Aku , jiwaku ini mempunyai pikiran yang berbeda , mempunyai isi hati
yang berbeda dan tujuan yang berbeda pula. Jauh dalam jiwaku ini selalu tertuju
pada satu keinginan yaitu kamu. Kamu yang sudah aku kenal 2 tahun yang lalu
kamu yang selalu ada untukku selalu bantu aku dalam keadaan apapun. Selalu buat
aku tersenyum dengan tenang , membuat aku nyaman, namun ketika kamu dijatuhkan pilihan.
Pahitnya kamu membuat pilihan yang pahit untukku kamu lebih memlilih orang yang
memang lebih dari aku. Sayangnya kedekatan ku saat itu memang terlalu dekat dan
membuat ku berharapan lebih dan lupa diri, itu mungkin sebabnya kamu lebih
memlilih orang yang tepat untuk dipilih.
Kamu memberi aku tawaran sebentuk rasa yang abstrak
untuk ku ungkap, hanya aku kamu dan Tuhan lah yang tahu. Walaupun kini kamu
sudah mempunyai orang yang kamu pilih kamu tetap memegang erat tanganku kamu
tetap mengutamakan keberadaan ku di hidupmu. Sungguh sulit aku percaya sejak
awal ku mengenalimu dalam gambaran ku kamu sangat kaku untuk dekat dengan orang
yang belum kamu kenal sebelumnya. Namun kini satu demi satu hari demi hari aku
mengenalmu kamu orang yang bukan semudah itu untuk dikenal. Kamu pekerja keras
sangat pekerja keras, kamu penyayang dan pengertian dengan apa yang aku rasa
saat ini. Perhatian yang diberikan pun buatku sangat berbeda , semakin hari aku
semakin beranggapan apa yang kamu rasakan juga sama denganku. Aku mengerti ini
semua salah, namun apa salah ku jika aku mempunyai perasaan dilluar batas
wajarku?
Rumit , memang rumit kisah cinta ku ini. Aku ikhlas
sungguh ikhlas jika akhirnya kamu harus pergi dengan orang yang kamu inginkan,
dengan makhluk yang lebih indah. Aku rela terluka untuk melihatmu bahagia ,
tersenyum dengan hati yang perih. Kini aku akan mengerti , aku terlalu
beranggapan lebih , terlalu berkhayal tentang angan dan impianku bersamamu .
Aku sadar kini bukan hanya aku yang kamu inginkan, ada
dua orang yang kamu cintai. Dia yang mungkin lebih kau pilih, dia yang bisa
membuat mu bahagia , dan aku aku hanya bisa melihat kebahagiaanmu. Melihat dia
yang kau cintai mendekap erat dirimu walaupun air mata ku jatuh berlinang.
Mengapa kamu masih mempertahankan keberadaan ku
dihidupmu ? jika memang dia yang kau cari , kejarlah dia, manjakanlah dia,
jangan pernah kau sia sia kan waktumu hanya untukku semata. Kini , akhirnya
kamu memberi ku kesempatan untukku agar aku cari pengganti mu. Aku ingin kau
tahu , bahwa aku tak akan pernah menemui orang sepertimu lagi , kamu satu
satunya yang bisa membuat aku tenang , sabar , berdiri dan menanti waktu yang lama menunggu sampai akhirnya kamu
hanya untukku.
Aku coba semua yang kamu mau , aku buka hati untuk yang
lain. Lapangkan hatiku ini agar aku tidak melakukan kesalahan yang bisa membuat
nya kecewa. Aku tau kini tujuanmu memberi aku kesempatan ini agar aku tidak
terpusat pada dirimu saja, aku mengerti kau lelah , lelah karena keberadaan aku
hanya membuatnya gerah dan terusik. Maaf aku tidak bermaksud untuk membuatmu
terganggu.
Kini aku dan dia sudah menjalin, dan kamu terlihat
sangat senang dengan keadaan ini. Kencan pertama aku merasakan suasana yang
beda dari caraku berkencan. Dia yang terlihat penyayang dan lembut membuat
berubah dalam ibadah. Namun itu tidak cukup menjadi alasan. Kencan kedua aku
sudah mendapatkan sedikit harapan untuk melupakan kenangan ku bersamamu, memang
sulit rasanya. Dan kencan ketiga kondisi badanku sedang sangat lemah ,
sebenarnya aku sedang sakit namun aku tetap memaksakan pergi bersama dia , aku
tidak mau membuatnya kecewa ataupun mendengar aku sedang tidak sehat mungkin
dia akan sangat khawatir dan ketika menunggu turunnya hujan yang entah sampai
kapan aku bisa berdiri menunggu hujan ini berhenti.
Sebenarnya aku merasa kesakitan dia melihat wajahku yang pucat , apakah mungkin dia mengerti apa penyakit yang biasa aku alami ? ternyata tidak.
Sebenarnya aku merasa kesakitan dia melihat wajahku yang pucat , apakah mungkin dia mengerti apa penyakit yang biasa aku alami ? ternyata tidak.
Bodohnya aku teringat kamu yang selalu meperhatikan
penyakitku ini. Jika saja kamu yang ada disini mungkin jadinya takkan seperti
ini pasti kau akan menanganiku , merawatku , memberi ku pelukan yang hangat dan
jemari jemarimu yang selalu aku genggam.
Sudah bisa aku duga
,akhirnya aku selalu berfikir . Aku lebih nyaman dengan orang sepertimu
, kedekatanku denganmu lebih kuat. Jadi jangan salahkan aku karena perasaan ku
ini ! jangan suruh aku untuk berpaling lagi , aku menyayangimu tulus dan
ikhlas. Aku tidak meminta sebentuk balasan perasaanku padamu namun yang aku
inginkan hanyalah dirimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar