Hari itu aku mengenalnya lewat tegur sapa dalam sebuah pesan pagiku
rasanya berbeda sekali dibandingkan hari sebelumnya. Cukup singkat memang
pertemananku saat itu dengan dia hanya dalam itungan hari ,aku sudah membuka hari-hariku
dengannya. Canda tawa kita berlalu begitu saja , begitu pun rasa.. Rasa yang
tumbuh karena aku mengakuinya bahwa aku sangat menyukainya. namun dalam
diam aku hanya bisa berfikir apakah aku bisa lebih dekat dengannya karena aku
tahu dia masih dalam angan masa lalunya pada saat itu dan tersirat dalam
pikiranku apakah mungkin dia mendekatiku hanya karena pelampiasan cintanya
itu.. mungkinkah dia akan hanya menjadi angan dalam mimpiku ini.
Hari demi Hari kita lalui bersama , pada suatu hari aku tegaskan
sikapku.. untuk menjauh karena
sesuatu hal yang mungkin seharusnya aku lakukan aku menjauh bukan karena rasa
ini tapi aku mengiklaskan kebahagiaan nya untuk pergi bersama orang yang
seharusnya. Aku sungguh ingin mengenalmu saat itu namun aku menjaga semua hal
itu yang hanya akan membuat hancur suatu ikatan. Aku tidak mau hanya datang
untuk menggantikan yang seharusnya bukan waktunya aku gantikan. Rasa penasaran
itu perlahan menjauh dan begitupun kehidupanku jalan dengan apa adanya aku pun
menjalani kehidupanku sendiri.
Waktu terus berlalu , dia
datang lagi di kehidupanku selanjutnya tanpa henti dia berusaha untuk
mendekatiku dan dia tegaskan bahwa memang gadis yang dia kencani sebelumnya
sudah tidak bisa lagi hadir dalam hidupnya. Maka harapan pada saat itu kembali
muncul lagi aku mulai membuka hatiku kembali untuk dia. Kedekatanku pada saat
itu sangat dekat, aku mulai berharap hal yang lebih . namun dalam sisi lain
dalam kehidupanku saat itu aku masih terikat dalam kehidupanku sebelumnya. Aku
tahu, aku mencintainya tapi aku juga membutuhkan sesuatu yang lain aku lebih
memilih orang yang aku cintai daripada orang yang mencintaiku dengan penuh
kasih. Dia memutuskan untuk pergi pada saat itu dengan sesuatu yang dia tinggalkan.
Pada saat itu pula dia meninggalkan kenangan pahit yang harus aku terima dan
aku menerimanya.
Aku baik-baik saja dengan apa
yang aku rasakan pada saat itu awalnya aku merasa kehidupanku itu lebih baik
dari sebelumnya mungkin memang apa yang orang bilang “ jika seseorang sedang
jatuh cinta akalnya memang saat itu juga akan hilang” aku mengerti sekarang
banyak orang-orang yang rela melakukan apapun untuk kebahagiaan orang yang dia
cintai. Begitupula dengan aku yang terus menerus menunjukkan rasa kasih sayang
itu tanpa henti aku mengikuti jalan arah kemanapun yang dia mau selagi itu
mempunyai alasan yang baik.
Kita mulai hubungan ke dalam
hubungan yang lebih dekat lagi tidak hanya itu akupun selalu menunggu kabarnya
hari ke hari kita dekat bagaikan sudah mengenal pribadi masing-masing. Tidak peduli
siang atau malam kita terus berkabar.
Sampai akhirnya….
Tidak mudah percaya itu
mungkin tamakku namun tidak sulit juga untuk aku buka hatiku untuk orang yang
memang sudah aku nanti. Dia selalu ada untukku, dengannya arah hidupku berubah
aku lebih mempunyai pribadi dan sosok yang baru aku pun tidak mengingkari
banyak yang aku tinggalkan hanya demi nya.
Hubungan kita berlanjut 2
tahun banyak hal yang sudah aku lalui sulit sangat sulit ada di posisi seperti
ini mengalahkan rasa ego masing-masing ,mengalah satu sama lain, namun aku
yakini bahwa semua itu pasti akan selalu ada akhir yang membahagiakan entah
kapan dimulainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar